Ad Code

Responsive Advertisement

Pengertian Trigger dalam Database MySQL

Mengenal Pengertian Trigger dalam Database Beserta Fungsi dan Contohnya

Data dapat diubah menjadi informasi yang dibutuhkan dengan menggunakan database. Awalnya, data terdiri dari sekumpulan variabel yang akan diubah menjadi informasi menggunakan berbagai perintah eksekusi. Dengan cara ini, manajemen basis data diperlukan untuk menyimpan data hingga eksekusi data selesai.


Saat ini, sistem manajemen database yang paling populer adalah MySQL. Ada banyak alasan mengapa banyak pengguna menggunakan MySQL, salah satunya karena MySQL didukung oleh hampir semua bahasa pemrograman yang ada saat ini.

Di MySQL, gunakan alat tabel untuk membuat database. Selain tabel, MySQL juga dilengkapi dengan fungsi trigger.  Pada postingan kali ini, akan dibahas mengenai pengertian trigger, fungsi trigger dan beberapa contoh penerapan trigger dalam MySQL.

Pengertian trigger pada mysql

Trigger adalah blok atau prosedur PL/SQL yang terkait dengan tabel, tampilan, skema, atau database yang dijalankan secara implisit ketika suatu peristiwa terjadi. Pemicu adalah prosedur tersimpan yang dijalankan secara otomatis ketika pengguna memodifikasi data dalam tabel.

Apa yang dilakukan trigger?

Dalam implementasinya, trigger digunakan untuk memproses transaksi. Anda dapat menyimpan transaksi ke tabel lain (riwayat) tanpa khawatir data diperbarui atau dihapus. Semua perubahan yang terjadi juga dapat diacak berdasarkan waktu pembuatan

Ada beberapa event yang bisa kita gunakan untuk mengekseskusi trigger yaitu :

  1. BEFORE INSERT – dijalankan ketika data di masukan ke dalam table.
  2. AFTER INSERT – dijalankan setelah data masuk ke dalam table.
  3. BEFORE UPDATE – dijalankan sebelum proses update data.
  4. AFTER UPDATE – dijalankan setelah proses proses update data.
  5. BEFORE DELETE – dijalankan sebelum proses delete data.
  6. AFTER DELETE – dijalankan setelah proses delete data.

Contoh trigger pada MySQL

Pada database MySQL saat menggunakan perintah mysqldump untuk dump/backup database termasuk view, store procedure, function dan triger, string DEFINER selalu disertakan secara otomatis. DEFINER adalah penanda yang menjelaskan PENGGUNA dan IP yang dapat me-create view, store procedure, function dan triger saat memulihkan database.

Kesimpulannya adalah kita menggunakan trigger ini untuk mengeksekusi perintah sql berdasarkan beberapa event/kondisi, meskipun Anda dapat membuatnya secara manual menggunakan beberapa bahasa pemrograman, tetapi memiliki trigger pasti sangat membantu bagi developer. Dengan banyaknya tutorial membuat trigger di database MySQL, Anda bisa mencoba menggunakan event lain untuk memperdalam pemahaman Anda tentang trigger di MySQL, semoga bermanfaat.


Posting Komentar

1 Komentar